Pages

Thursday, September 7, 2017

Dilema Bank Islam, komentar terhadap Taufik Adnan Amal

Repost tulisan lama, tahun 2002

DILEMA BANK ISLAM
Cecep Maskanul Hakim

Koran Tempo Jum,at 7 Juni 2002 memuat tulisan Taufik Adnan Amal berjudul seperti di atas. Sebagaimana lazimnya para "jawara" Jaringan Islam Liberal (JIL) sang penulis mengungkapkan dengan nada sinis berbagai hal yang berlabel Islam, termasuk perbankan syariah, memuji sukubunga sebagai instrumen yang aman dan modern, menganggap bagi untung sebagai budaya primitif dan involutif. Lebih jauh ia menuduh perbankan syariah sebagai eksklusif dan pengembangan perbankan syariah sebagai bagian dari agitasi kelompok fundamentalis yang mencoba untuk bersikap asal beda dari Barat.

Sunday, July 9, 2017

Halal Bihalal Yang Bikin Baper

Kali ini saya salut pada panitia Halal Bihalal soal ketepatan waktu. Jam 8 udah mulai meskipun hadirin masih beberapa orang saja. Saya yang tiba jam 8 kurang dikit pingin langsung duduk. Tapi karena di undangan panitia ngga ada program ziarah, saya nyelonong duluan ke belah elor. Saya kudu lapor ke Ngkong Kiai Almaghfurlah. Paling tidak, baca hadiah arwah buat beliau. Maklum ngga setiap saat saya bisa kesini.
Balik ke pondok putra tempat acara, di pintu gerbang saya diarahkan ke lapangan parkir sebrang pondok. Wah rupanya tanda VIP yang diberikan panitia ngga ngaruh. Padahal saya tempel di depan kaca mobil. Tapi ngga apa-apa lah. Saya mah apah atuh. Justru yang ngga disangka adalah yang jemput saya dengan hangat di meja tamu ternyata ustaz Masilla Iskan, yang sempat diskusi panas di tulisan saya sebelumnya. Kalau sudah begini persahabatan di abituren ini seperti saudara saja layaknya. (Beliau kakak kelas saya waktu di pondok). Biar panas di tulisan tapi tetap adem di hati. Udah gitu saya yang niat datang diem-diem eh malah diwawancari direktur KBIH Attaqwa Ajie Nung di tengah jalan. Mendadak seleb kata gus Sire.

Saturday, July 8, 2017

Bocah Pitik Disuruh Bikin Status

Ada orang yang disuruh curhat di FB. Ngatain saya merasa paling bener. Padahal katanya pĂ©riode saya gagal dan saya dilengserkan. Sayangnya ngga banyak yang ngerti curhat itu. Terima kasih atas remindernya guru Abd Jabbar Natsir. 
Kalau dilihat dari kerjaan, memang Pengurus IKAA "kaga ada gawenya" selain Halal Bihalal. Sayangnya antipati itu muncul biasanya karena suka atau tidak suka sehingga "kalau bukan orang kita pasti kaga bisa dah". Apalagi kalau "suka dan tidak suka" itu berasal dari dunia politik jawara alias jagoan. Sudah pasti ujungnya akan jadi "musuh".

Friday, July 7, 2017

Mimpi Halal Bihalal Kita

Entah sejak kapan saya di daulat jadi “mbah’nya halal bihalal abituren Attaqwa, setelah Bung Darso Arief mendapuk saya dengan julukan lain. Hampir setiap periode yang kebagian tugas jadi panitia pasti menjadikan saya tokoh pertama yang “kudu bin wajib” didatangi. Seakan tidak afdol kalau tidak sowan ke rumah saya. Padahal yang namanya tokoh alumni Attaqwa bejibun dimana-mana. Yang punya jabatan lebih tinggi dari saya juga banyak. Ada deputi rektor, ada mantan bupati, anggota DPRD, camat, lurah dan sebagainya. Mantan Ketua IKAA juga ngga kurang jumlahnya. Sebagian dari mereka sudah layak dapat predikat “aki-aki” karena umur dan pengalamannya. Pokoknya banyak tokoh yang bisa diminta nasihat untuk acara halal bihalal. Selain nasihat, tentu juga sumbangan buat pelaksanaan acara, yang biayanya lagi-lagi tidak kecil. Begitulah resiko alumni yang dianggap sukses dalam ekonomi.

Tuesday, October 11, 2016

Be Strong My Daughter, May Allah Protect You

I always assume my campus as Islamic as it is, until one day my daughter wrote in her diary

Kicked out

It was noon and I fell asleep in hostel, tired out, after completing my attachment report. I have been away for two months out of campus for the assignment and will be back for classes for last two semesters. Monday was three days ahead and the report should be ready for submission.