Pages

Sunday, March 22, 2009

Dan hari-hari itu kami gilirkan diantara manusia...

Menjelang hujan sore tadi, dua anak muda pengamen berdiri di depan pagar rumah. Keduanya lalu menyanyikan sebuah lagu yang tengah populer, dengan suara yang cukup keras. Saya tidak ingat baik judul maupun penyanyinya, tapi saya hafal melodinya karena anak saya yang duduk di kelas dua SD pun sering menyanyikannya.



Saya mendekati keduanya dan memberinya uang seribu rupiah, sambil berpesan untuk segera menghentikan nyanyiannya, karena ada bayi yang sedang tidur di dalam rumah. Sebelum mereka pergi saya bertanya, kenapa mereka tidak ngamen juga di rumah sebelah, kiri dan kanan. Salah satunya menjawab sambil tersenyum sinis: "pagar rumahnya tertutup pak, mungkin nggak ada orangnya...". Setelah itu mereka berlalu. Di blok ini ada 10 rumah sejajar dengan dua rumah diantaranya memiliki pagar yang tidak tertutup fiberglass, yaitu rumah saya dan rumah kosong di tengah blok.

Di dalam rumah saya memang ada bayi yang sedang tidur. Ibu sang bayi adalah adik istri saya, ipar. Dia bekerja sebagai guru honorer sebuah SD di Jakarta. Suaminya bekerja sebagai pelayan di sebuah rumah makan. Keduanya beruntung dapat menempati rumah kecil yang sebenarnya diperuntukkan bagi penjaga sekolah. Ketika si bayi lahir, suaminya memperoleh hadiah istimewa berupa PHK dari tempat kerjanya yang lama. Sampai sekarang mereka masih bermain tebak-tebakan dengan kehidupan ini: apakah honor mengajar dan gaji pelayan rumahmakan cukup untuk makan dan susu bayi....

Tidak terasa airmata saya menetes. Teringat kehidupan yang kami alami ketika puteri pertama kami lahir, sebelum kami tinggal disini. Tiada seorangpun keluarga yang dapat diminta pertolongan saat itu. Para tetangga di sekitar kami, dan teman-teman kuliahlah yang jadi pengganti keluarga. Lalu secara perlahan Tuhan memberikan begitu banyak jalan.....

Tuhan, jangan engkau tutup rumahku dari para faqir dan dhuafa, karena dengan merekalah rizkiku terus mengalir dariMu tak terputus. Juga karena janjiMu dalam Alquran yang kukutip sebagai judul catatan ini...
Jatimulya, 22 Maret 2009

No comments: