Pages

Showing posts with label Catatan Perjalanan. Show all posts
Showing posts with label Catatan Perjalanan. Show all posts

Tuesday, September 6, 2022

Tengku Dr. Muslim Ibrahim, 20 tahun lalu.


23 Agustus 2002

Saya melakukan presentasi  produk perbankan syariah di aula kantor MUI Aceh. Kehadiran saya mewakili Bank Indonesia untuk menyampaikan kebijakan pengembangan perbankan syariah Bank Indonesia di Lokakarya Alim Ulama se provinsi Aceh. Pelaksananya adalah MUI (sekarang MPU) Aceh, yang ketuanya waktu itu Dr. Tengku Muslim Ibrahim. Yang datang adalah perwakilan MUI kabupaten di provinsi Aceh.

Wednesday, June 4, 2014

Cerita anak Indon di kampus Negeri Jiran

September 2011.
Setelah berjibaku dengan segala prosedur via online dan  hard copy, resmilah putri pertama saya diterima dan masuk International Islamic University Malaysia. Di universitas inilah dulu saya dan istri kuliah. Kami gembira, sekaligus wiswas, dengan diterimanya anak itu di kampus -yang lumayan bergengsi di Malaysia itu. Gembira, karena putri kami ikut mengenyam pendidikan yang dwi bahasa (english-Arabic), suasana internasional, dan lingkungan yang lebih Islami (minimal dari kampus2 di tanah air). Tapi kami khawatir juga, soalnya tingkah laku kami dulu waktu kuliah ngga lurus-lurus amat (he..he..). Lambat laun dia pasti tahu sepak terjang kami, ketika masih jadi anak kuliahan.

Thursday, March 7, 2013

Bai' Alwaraqah

Para ulama Jawa Timur sering membuat kagum para pendengarnya. Apa yang dikatakan para praktisi modern sebagai "out of box" justru sering dilaksanakan dan ditampilkan sebagai alternatif. Persoalannya kemudian itu menjadi kontroversial, itu urusan lain.

Wednesday, May 23, 2012

Qurthuby dan Garnathy, Riwayatmu kini

Di salah satu bagian Madinatuz Zahra, Cordova
Qurthubi, nama yang biasa bagi seseorang di Indonesia. Saya juga punya guru bahasa Arab dengan nama itu. Bagi yang pernah belajar tafsir Alquran, nama itu pasti mengingatkannya pada seorang ahli tafsir bernama Imam Qurthuby, pengarang kitab Al-Jami' Li Ahkamil Quran. Tapi siapa yang pernah dengar nama Gharnathy?

Friday, October 21, 2011

Welcome to Kampala, Islamic Bank



Di Entebbe Airport

Abariako Ndugu? Salama sana? Sapa rekan saya dari Bank of Uganda dalam surel alias email. Sapaan dalam bahasa Swahili itu mengingatkan saya kepada beberapa kawan dari Uganda, Kenya dan Tanzania sewaktu kuliah di Pakistan dulu. Mereka sehari-hari berkomunikasi dengan bahasa yang kedengarannya lucu di telinga saya itu. Kali ini saya berkesempatan mendatangi salah satu dari negera mereka lewat undangan yang dikirim rekan dari Bank of Uganda. Dan nampaknya rekan ini tidak sabaran menunggu tim pengajar dari Bank Indonesia untuk berangkat ke Uganda.

Monday, May 24, 2010

Pontianak; The Real Battle is on the Way

Kau orang tak de nama lain ke? Apasal awak punya kota sama dengan nama hantu?
(Kalian tidak punya nama lain ya? Mengapa nama kota sama dengan nama hantu?)

Begitu kira-kira pertanyaan sohib saya, yang orang Malaysia, waktu saya cerita di email bahwa saya mau tugas ke Pontianak. Memang menurut sohibul hikayat, kota itu didirikan di tempat yang dulunya banyak hantu gentayangan, yang disebut pontianak, alias kuntilanak. Jika dilihat dari sejarahnya sih, memang terdengar seram. Tapi begitu datang ke kotanya, orang akan jadi bertanya-tanya, apa nya yang seram?

Sunday, November 29, 2009

Menapak ke negeri Ulayat

Siapa yang ingin jalan-jalan ke Papua? Rasa-rasanya sih tidak ada yang mau. Kalaupun ada, cuma karena belum pernah kesana, dan perjalanannya gratis. Ada orang yang datang kesana dengan niat petualangan. Atau mau menjajah, seperti orang Belanda dulu (dan orang kulit putih lainnya). Atau orang yang terbiasa merantau dan melaut seperti orang Makassar dan Maluku. Juga orang yang siap hidup dimana saja, seperti orang Jawa dan Madura. Maka tidak heran kalau pulau yang punya dua propinsi itu memiliki komposisi penduduk yang berasal dari ras-ras itu, selain penduduk asli tentunya.

Friday, October 23, 2009

Coretan Perjalanan Disela Tugas ke Wonosobo

Tidak banyak orang tahu perguruan tinggi ini. Universitas Sains Quran (Unsiq) Jawa Tengah, namanya. Tapi lokasi kampusnya terletak di pinggir ibukota kabupaten Wonosobo, kabupaten yang nyaris persis berada di tengah-tengah Jawa Tengah. Unsiq merupakan upaya pengembangan pesantren tahfiz Quran Al-Asya'ariyyah yang terletak di desa Kalibeber, Kecamatan Mojotengah. Pesantren ini dibangun KH. Muntaha AlHafiz yang populer dengan sebutan mbah Mun. Kiai yang hafal Quran ini pernah duduk sebagai anggota MPR di jaman Soeharto dan sempat menghadiahkan mushaf raksasa berukuran 2 x 1,5 meter dengan berat 3 kwintal, kepada Presiden. Mushaf hasil tulisan tangan dua santrinya, Abdul Malik dan Hayatuddin, ini tercatat sebagai mushaf terbesar di Indonesia dan sampai sekarang masih tersimpan di Baitul Quran, Taman Mini Indonesia Indah. Setelah wafat, posisi mbah Mun kini digantikan puteranya, KH. Faqih Muntaha yang oleh santri-santrinya dipanggil dengan sebutan "mbah Faqih". Sedangkan peran politiknya digantikan oleh keponakannya, KH. Mukhotob sebagai anggota DPR RI yang berakhir pada tahun 2009 ini.

Wednesday, August 19, 2009

Catatan Yang Tertinggal - Perjalanan Ke Mauritius


Ditulis untuk Milis Keluarga Besar-Alumni Attaqwa, Bekasi

Dear Friends,

Terima kasih atas laporan pandangan mata atas prosesi acara Haul Almaghfurlah KH. Noer Alie. Mohon maaf saya tidak bisa ikutan gabung. Kemarin, selama sehari penuh saya harus sport jantung mengurus tiket dan visa ke Mauritius. (Thanks to unlimited access to internet) Karena terlambat mengurus visa, saya harus rela menunggu teman-teman sekretariat IFSB di Kuala Lumpur untuk menguruskannya dalam bentuk on-arrival visa. Visa itu kemudian tiba via email, tepat ketika saya sedang shalat Jumat. Tinggal sekarang tiketnya.

Karena baru diorder untuk diissue pada jam 13.00, dan komputer di Air Mauritius lagi trouble, electronic ticket itu baru saya terima via email, tepat ketika saya sedang shalat maghrib. Setelah ngeprint keduanya, saya ngebut pulang, supaya keburu ngejemput anak yang kursus di LIA Kalimalang. Dan saya tiba disana pas dia keluar dari gedung kursus itu. What a close!


Tuesday, August 4, 2009

Perjalanan Mengikuti Training di Federal Reserve, Washington

Ditulis untuk Milis Keluarga Besar Alumni Attaqwa
(attaqwa-bekasi@yahoogroups.com)

Saya tidak pernah bermimpi untuk pergi ke Amerika. Apalagi setelah peristiwa ledakan di WTC yang sering disebut 9-11 (nine one one). (Saya berangkat Jumat 17 Juli 2009 malam, yang pagi harinya terjadi ledakan bom di JW Marriot dan Ritz Carlton). Setiap orang dengan nama Arab akan mengalami masalah dengan visa, baik karena penyelidikan yang relatif lama, atau ditolak begitu saja. Tapi entah kenapa saya yang cuma kepala seksi perizinan perbankan syariah ditunjuk untuk ikut training disana. Mungkin, seperti kata sebuah iklan, saya lagi beruntung. Topiknya relevan bagi setiap bankir; Risk Supervision and Internal Control. Tempatnya di Federal Reserve, Washington DC, pusat bank sentral Amerika. (Wuih...)