Pages

Thursday, September 3, 2009

Bagai Udara

Begitu banyak pihak yang tidak suka kepada Islam. Banyak upaya dilakukan untuk menghilangkannya dari permukaan. Mulai dari memerangi, memfitnah sampai merayu. Tapi semuanya gagal. Mengapa?

Ada yang berusaha membumi hanguskan seperti di Palestina, Iraq, Afghanistan dan Philipine. Ada yang terus-terusan memfitnah dengan menggambarkan bahwa Islam itu agama kekerasan dan teror, seperti yang "dibuktikan" dengan kasus 9-11 di New York, atau Bom Bali, atau Bom di JW Marriot Hotel. Ada yang menghina Islam sebagai agama yang merendahkan kaum perempuan. Tapi Islam terus eksis, bahkan pengikutnya bertambah banyak. Tanya kenapa?



Ada yang berusaha menghancurkan benteng Islam lewat pemikiran. Materi-materi yang sudah mapan dalam Islam digugat dan dipertanyakan. Yang bikin orang Islam sendiri yang "udah pinter" karena belajar di negeri orang lain. Tapi mereka ujung-ujungnya tidak laku. Apa sebabnya?

Karena Islam bagai udara. Tidak dapat ditahan dan dikunci dalam suatu ruang tanpa menutup semua aksesnya. Anda mungkin bisa menahan dan mengunci udara dalam skala kecil, tapi tidak untuk yang sifatnya massif. Dengan jumlah muslim yang lebih dari 1 milyar di dunia ini, tidak mudah untuk melakukan blokade, kecuali dalam skala kecil, misalnya negara.

Karena Islam bagai angin. Jika ia tidak bsia masuk dalam bentuk politik, ia akan datang dalam bentuk ceramah. Jika ceramah tidak didengar, ia hadir dalam bentuk filem dan sinetron. Jika drama dan film sudah tidak diminati, ia akan merambah melalui musik dan lagu, entah itu pop, klasik, jazz atau rock. Jika musik dalam bentuk konser tidak dapat dilakukan, ia akan muncul lewat ringtone.

Karena itu jangan sekali-sekali menghadangnya. Ia akan memberikan tendangan balik 2 kali lipat seperti jika ditekan. Demikian hukum Pascal meramalkan tentang udara. Lebih baik berkolaborasi dengannya, berdendang dan menari sesuai rentak iramanya. Ia tidak akan pernah melukai jika tidak diserang. Ia akan memberikan lebih banyak apabila disikapi dengan ramah.

Kemanapun engkau hadapkan wajahmu, maka disanalah wajah Allah...