Pages

Monday, October 11, 2010

Mengapa harus tertipu lagi?

Lihan sedang belajar pilot
Memasuki hari ke 20 Ramadhan tahun 1431, yang seharusnya diisi dengan i'tikaf dan ibadah intens lainnya, tiba-tiba datang panggilan pengadilan Negeri Martapura, Kalimantan Selatan kepada saya. Panggilan itu berhubungan dengan posisi saya sebagai ahli perbankan syariah untuk sebuah kasus besar, yang melibatkan hilangnya uang masyarakat sebesar Rp. 871 milyar. Tersangkanya adalah seorang mantan ustaz bernama Lihan bin H. Bahri. 

Wednesday, September 8, 2010

Anomali Puasa Orang Indonesia

Kata ulama, tanpa Islam, masyarakat akan hancur. Tapi kalau Islam dilaksanakan dengan cara yang tidak betul, efeknya juga sama, tidak akan mendatangkan manfaat maksimal. Apalagi diiringi dengan tradisi yang tidak Islami. Pasti ada kontradiksi di dalamnya. Dan setiap kontradiksi pasti akan menimbulkan efek yang berlawanan.

Puasa, menurut Islam mendatangkan efek kejujuran dan empathi kepada fakir miskin. Ia juga menjaga orang dari perbuatan yang tidak berguna. Karena perbuatan yang buruk akan menghilangkan pahala puasa.

Entah darimana konsepnya, orang di Indonesia banyak melakukan hal yang aneh bahkan kontradiktif dengan puasa. Melalui media massa, kita tahu diantaranya:

Monday, August 9, 2010

Polytheist di perbankan syariah

Ini cerita iseng (side talk) bernada sedikit berbeda dari sebuah Training of trainers Perbankan Syariah. Dimana tempatnya, rasanya tidak etis untuk disebutkan. Cukuplah untuk mengatakan bahwa tak dinyana, ada juga wacana yang melihat perbankan syariah dari perspektif lain. Perspektif itu lumayan "fundamental" dalam Islam, yaitu aqidah. Dari sisi seorang trainer, saya melihatnya sebagai keragaman sudut pandang yang dapat memperkaya warna diskusi, sehingga acara training jadi tidak monoton. Tapi dari sisi para peserta, sudut pandang seperti ini terasa seperti karang; keras dan kaku. Susah untuk diajak dialog, tidak mudah untuk menerima dan tidak gampang untuk memberi. Jika tidak dicegah, bisa saja akan tercipta suasana yang berkembang menjadi debat panas yang berkepanjangan. Pada titik ini peran seorang fasilitator amat kritis untuk menjaga diskusi agar perbedaan itu menjadi rahmat, bukan laknat.

*****

Ada dua teori tentang Tuhan, katanya. Satu teori mengatakan tuhan itu hanya satu, yaitu Allah. Selainnya bukan tuhan. Teori lain mengatakan tuhan itu banyak, sedangkan yang berhak disembah adalah Allah semata. Menurut cak Nur (Nurcholis Madjid), seharusnya syahadat ummat Islam itu diartikan dengan "Tiada tuhan melainkan Tuhan." Bedanya tuhan kecil pakai "t" kecil sedangkan tuhan besar pakai "T" besar. Tanpa meributkan urusan apakah "Allah" itu nama tuhan ataupun sekedar tuhan berlabel khusus ("al" dalam bahasa Arab sepadan dengan "the" dalam bahasa Inggris) ungkapan berikutnya akan menggunakan  teori kedua, yang mengatakan ada banyak tuhan, tapi yang berlabel "layak disembah dan ditaati" cuma satu, yaitu Allah. Tinggal dilihat, perbankan syariah akan memilih yang mana.

Monday, August 2, 2010

Cara mengajar Perbankan Syariah yang mudah dan efektif

Pertanyaan itu muncul dalam TOT Perbankan Syariah untuk para dosen di Universitas Airlangga dan Perguruan Tinggi undangan, bulan Mei 2010 lalu. Sebagian besar peserta mengeluhkan banyaknya istilah Arab dalam bank syariah. Padahal masyarakat Indonesia masih pada tahap yang sangat dini untuk memahami perbankan syariah.


Sebenarnya logo "iB" sudah cukup menjadi pengantar bagi yang belum memahami praktek dalam perbankan syariah. Cukuplah bagi mereka untuk menyimpulkan bahwa transaksi melalui outlet atau kantor yang menggunakan lambang tersebut merupakan transaksi syariah. Atau bisa meminta orang yang bekerja di dalamnya untuk menyediakan layanan syariah.

Monday, May 24, 2010

Pontianak; The Real Battle is on the Way

Kau orang tak de nama lain ke? Apasal awak punya kota sama dengan nama hantu?
(Kalian tidak punya nama lain ya? Mengapa nama kota sama dengan nama hantu?)

Begitu kira-kira pertanyaan sohib saya, yang orang Malaysia, waktu saya cerita di email bahwa saya mau tugas ke Pontianak. Memang menurut sohibul hikayat, kota itu didirikan di tempat yang dulunya banyak hantu gentayangan, yang disebut pontianak, alias kuntilanak. Jika dilihat dari sejarahnya sih, memang terdengar seram. Tapi begitu datang ke kotanya, orang akan jadi bertanya-tanya, apa nya yang seram?