Pages

Showing posts with label Bank Syariah. Show all posts
Showing posts with label Bank Syariah. Show all posts

Tuesday, September 6, 2022

Tengku Dr. Muslim Ibrahim, 20 tahun lalu.


23 Agustus 2002

Saya melakukan presentasi  produk perbankan syariah di aula kantor MUI Aceh. Kehadiran saya mewakili Bank Indonesia untuk menyampaikan kebijakan pengembangan perbankan syariah Bank Indonesia di Lokakarya Alim Ulama se provinsi Aceh. Pelaksananya adalah MUI (sekarang MPU) Aceh, yang ketuanya waktu itu Dr. Tengku Muslim Ibrahim. Yang datang adalah perwakilan MUI kabupaten di provinsi Aceh.

Thursday, September 7, 2017

Dilema Bank Islam, komentar terhadap Taufik Adnan Amal

Repost tulisan lama, tahun 2002

DILEMA BANK ISLAM
Cecep Maskanul Hakim

Koran Tempo Jum,at 7 Juni 2002 memuat tulisan Taufik Adnan Amal berjudul seperti di atas. Sebagaimana lazimnya para "jawara" Jaringan Islam Liberal (JIL) sang penulis mengungkapkan dengan nada sinis berbagai hal yang berlabel Islam, termasuk perbankan syariah, memuji sukubunga sebagai instrumen yang aman dan modern, menganggap bagi untung sebagai budaya primitif dan involutif. Lebih jauh ia menuduh perbankan syariah sebagai eksklusif dan pengembangan perbankan syariah sebagai bagian dari agitasi kelompok fundamentalis yang mencoba untuk bersikap asal beda dari Barat.

Sunday, March 27, 2016

KPR Syariah tidak Syariah?

*Soal KPR Syariah: Berbahaya memfatwakan sesuatu atas dasar ketidaktahuan *

Cecep Maskanul Hakim

Saya mendapat pesan Whatsapp mengenai bermasalahnya KPR syariah menurut menulis dikutip dari pendapat ust Arifin Badri dari majalah pengusaha Muslim no. 24. Menurutnya, KPR Syariah bermasalah secara syariah karena didasarkan atas jual beli dengan klaim musyarakah. Menurut penulis, pada hakikatnya itu adalah pinjaman karena bank tidak boleh melakukan transaksi riil. Karena bank memberikan pinjaman maka tambahannya adalah bunga yang berarti riba.

Monday, March 14, 2016

Bahan Kajian Fatwa Hedging Syariah 2015

Tulisan ini dibuat sebagai pengantar menjelang Sidang Pleno DSN-MUI Desember 2015 tentang Hedging.

KAJIAN BAHAN FATWA HEDGING (TAHAWWUTH)
Kelompok Kerja Perbankan – BPH DSN

Kajian ini disusun untuk memudahkan perumusan fatwa tentang Hedging dalam perbankan syariah dengan memberi gambaran mengenai transaksi yang lazim dilakukan oleh perbankan konvensional.
I.                    PENGERTIAN HEDGING
Hedging adalah melakukan aktifitas untuk tujuan penjagaan nilai investasi/aset. Dalam perbankan hedging dilakukan dengan menukar (swap) pendapatan (sukubunga) dari mengambang (floating) menjadi sukubunga tetap (fixed) – atau sebaliknya. Sedangkan untuk menjaga nilai valuta asing, bank melakukan hedging dengan menjual dan membeli (atau sebaliknya) valuta asing untuk posisi tertentu di masa depan.

Tuesday, October 27, 2015

Ketika Bank Syariah Kehilangan Keunikannya

Entah kenapa setiap orang yang mendengar bank syariah selalu merespon dengan nada kritis. Seolah ada sesuatu dengannya yang membuatnya kurang diterima, apalagi dipercaya. Tidak usah dikata orang yang pernah kecewa dengan pelayanannya. Berbaris kritik akan keluar dari ucapannya seolah bank syariah tidak ada manfaatnya.

Resiko sebuah konsep yang membawa nama besar Islam memang seperti itu. Ia harus serba lebih baik dari yang lain. Tidak terkecuali bank syariah. Ia  dari koleganya sesama bank. Lebih baik dalam pelayanan, lebih murah dalam pembiayaan, lebih menguntungkan dalam simpanan

Berlanjut.....

Thursday, July 2, 2015

Pentingnya Ruh Jihad

Seorang anggota Pengurus Besar (setingkat Pengurus Pusat) Pelajar Islam Indonesia (PII)* bersilaturrahim ke rumah. Dia kebetulan sudah bekerja di sebuah bank syariah yang akhir-akhir ini terkena masalah karena banyaknya fraud, alias tindak penipuan yang dilakukan karyawannya sendiri. Dia heran, koq di bank syariah ada juga fraud seperti ini, sesuatu yang di bank konvensional amat jarang terjadi. 

Wednesday, November 13, 2013

Profit Equalization Reserve: Mestikah?

Islamic Financial Service Board baru-baru ini menerbitkan guidance note (Panduan) tentang Smoothing Profit alias pemerataan keuntungan. Yang dimaksud pemerataan keuntungan disini adalah mengelola keuntungan yang diberikan kepada nasabah penyimpan agar keuntungan itu dapat dibandingkan dengan keuntungan di pasar keuangan.

Praktek keuangan/perbankan syariah didasari atas "intermediary function" dimana keuntungan yang diperoleh bank syariah disalurkan langsung kepada nasabah penyimpan. Pada bank syariah yang menggunakan akad bagi hasil (Mudharabah) pada produk simpanan hal ini akan berakibat fluktuasi keuntungan yang diterima nasabah.Terkadang fluktuasi ini mengakibatkan keuntungan yang diberikan bank syariah lebih rendah dari rate pasar, terkadang juga lebih tinggi. Untuk mengantisipasi Di Indonesia sendiri secara tradisi mungkin sudah dilakanakan oleh bank syariah. Untuk itu IFSB merekomendasikan agar dilakukan pengaturan.

Pertanyaan Menarik dari Kota Mendoan

Kota Mendoan, nama lain dari Purwokerto. Sering disebut sebagai nama kabupaten, padahal dia adalah ibukotanya. Nama kabupatennya adalah Banyumas. Karesidenannya merupakan singkatan, dan agak nyentrik namanya, Barlingmascakeb; kependekan dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen. 

Thursday, March 7, 2013

Bai' Alwaraqah

Para ulama Jawa Timur sering membuat kagum para pendengarnya. Apa yang dikatakan para praktisi modern sebagai "out of box" justru sering dilaksanakan dan ditampilkan sebagai alternatif. Persoalannya kemudian itu menjadi kontroversial, itu urusan lain.

Thursday, May 24, 2012

To Dubai With IILM

Ini kedua kalinya saya ke Dubai (6 April 2012) setelah sebelumnya (14 Nopember 2011) kesana dengan urusan yang sama, yaitu menghadiri rapat Sharia Committee IILM (International Islamic Liquidity Management). Ke Dubai artinya memang masuk ke kota/negara Uni Emirat Arab itu. Kalau cuma mampir alias stop-over di airport, dari mana-mana sih udah sering banget. Bahkan cenderung bosan, karena seringnya mampir disana. Ada sukanya juga transit di kota dagang Uni Emirat Arab ini. Banyak barang murah dan duty-free semua. Jeleknya adalah kelamaan berkeliaran disini bisa bikin tidak efisien, karena akan menyebabkan penumpang berbelanja untuk keperluan yang tidak penting. Tapi meskipun begitu, tak terpikir untuk sengaja datang ke kota ini. Selain susah proses visanya, lagian apa yang mau dilihat?

Monday, November 28, 2011

Malaysia dan IILM

 Setiap kali mengunjungi ibukota negeri jiran, Malaysia, selalu terbayang transportasinya yang mudah, cepat dan nyaman. Demikian pula tempat-tempat lainnya yang, meskipun terkadang sederhana, tapi rapih dan bersih. Udaranya juga bersih, karena dijaga dengan ketat. Bis-bis dan kendaraan berat yang umumnya menggunakan solar, dan produsen asap paling tebal di jalan-jalan di indonesia, disana jangan harap bisa lolos uji emisi. Sekali melebihi ambang batas, saat itu pula mereka disuruh parkir. Pilihan bagi si sopir cuma dua, diambil bengkel, atau masuk besi tua. Tidak ada cerita truk dan bis mogok di jalan karena uji mesin wajid dilakukan berkala dan siapa saja yang suka “main” alias melakukan penipuan, baik pemilik kendaraan maupun bengkelnya, bakalan penjara urusannya.

Orang Betawi: Palugada... Apa Lu Mau Gua Ada

Tulisan di Gerai Info Edisi 8/ Nopember 2011
Rubrik: WAWASAN
Bank Syariah, Orang Betawi Bilang: “PALUGADA … Apa Lu Mau Gua Ada”

Banyak orang menyangka bahwa bank syariah cuma bank konvensional yang diberi label bahasa Arab. Kesan itu bisa jadi muncul karena transaksi yang dilakukan di bank syariah beda-beda tipis dengan bank biasa. Tapi kalau dilongok lebih dalam, haqqul yakin kesan itu akan segera hilang.
Tabungan di bank syariah memang tabungan. Tapi di bank syariah ada yang jenis titipan, ada yang jenis investasi. Artinya nasabah bisa milih, mau yang nitip aja, atau yang ada keuntungannya. Terus, depositonya juga memang deposito. Tapi ada keistimewaannya, yaitu return nasabah didasarkan pada keuntungan bank, kalau keuntungan bank lebih tinggi, nasabah juga bisa dapat untung lebih banyak. Demikian juga gironya, setali tiga uang. Ada saldo minimal, bisa dapat jasa giro (yang di bank syariah disebut bonus), terus pakai medianya cek atau bilyet. Tapi dalam bank syariah, giro juga bisa bagi hasil. Tergantung dasarnya, mau pakai titipan atau investasi.

Friday, October 21, 2011

Welcome to Kampala, Islamic Bank



Di Entebbe Airport

Abariako Ndugu? Salama sana? Sapa rekan saya dari Bank of Uganda dalam surel alias email. Sapaan dalam bahasa Swahili itu mengingatkan saya kepada beberapa kawan dari Uganda, Kenya dan Tanzania sewaktu kuliah di Pakistan dulu. Mereka sehari-hari berkomunikasi dengan bahasa yang kedengarannya lucu di telinga saya itu. Kali ini saya berkesempatan mendatangi salah satu dari negera mereka lewat undangan yang dikirim rekan dari Bank of Uganda. Dan nampaknya rekan ini tidak sabaran menunggu tim pengajar dari Bank Indonesia untuk berangkat ke Uganda.

Tuesday, June 21, 2011

Sertifikasi DPS, Tantangan Lain

Sertifikasi DPS Angkatan ke VII dilaksanakan lagi oleh DSN pada 8-11 Juni 2011. Pesertanya ada 29 orang. Panitia sempat menolak beberapa nama karena terlalu mepet sehingga tidak sempat lagi untuk kordinasi. Biasa, di Indonesia kalau sudah mendekati hari H, umumnya orang baru daftar. Ada yang mau lihat-lihat dulu (maksudnya ada teman nggak. Kalau tidak ada, rasanya iseng sendirian karena tidak ada yang bisa diajak ngerumpi). Ada juga yang takut rugi, karena khawatir, kalau sudah membayar terus batal, biasanya uangnya hanya 50% yang dikembalikan (padahal tidak pernah terjadi dalam sejarah sertifikasi)/

Thursday, April 7, 2011

Koperasi Syariah: Kecil Karena Paradigmanya

Kebanyakan kita kalau disebutkan tentang "koperasi" pasti akan terasosiasi dengan bisnis skala mikro dan kecil. Karena itu banyak yang mengubah kepanjangan UKM dari "Usaha Kecil dan Menengah" menjadi Usaha Kecil dan Mikro. Paradigma orang tentang koperasi masih berkutat sekitar urusan bisnis yang kecil, ditangani lembaga yang kecil, dan seringkali bikin repot pemerintah karena selalu minta subsidi dan bantuan lainnya.

Wednesday, February 23, 2011

Sisi Lain Kehidupan Seorang Sharia Officer

Dengan target market share 5%, lembaga keuangan syariah berusaha memperbanyak sumber daya manusia untuk memenuhi permintaan yang semakin meningkat seiring pertumbuhan di sektor ini. Juga dalam rangka mengantisipasi investor luar negeri yang masuk dan menanamkan dananya dengan mendirikan lembaga keuangan syariah.  
Meskipun berbagai upaya dilakukan dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitasnya, namun lembaga keuangan syariah masih akan menyisakan masalah unfairness bagi sebagian kecil SDMnya jika sikap lama yang merupakan warisan penjajah dipertahankan. Padahal SDM yang diperlakukan kurang fair ini merupakan elanvital  bagi semua sisi kehidupan lembaga keuangan syariah. Tulisan ini hanya mengungkap fakta berdasarkan pengakuan dan wawancara, tanpa maksud apa-apa kecuali untuk kebaikan.

Thursday, February 17, 2011

Pembiayaan Multijasa, Bagaimana Seharusnya?

Seorang pensiunan terkena penyakit dan datang ke rumah sakit untuk berobat. Setelah diberi resep, ia mengambil obat kemudian membayarnya, beserta semua biaya jasa lain dari rumah sakit itu. Karena biayanya besar, ia membayarnya dengan pinjaman dari tetangga. Lalu kuitansi pembayaran itu ia simpan. Esoknya ia datang ke bank syariah dan meminta pembiayaan untuk mengganti pinjaman tetangganya, sedangkan ia sendiri akan membayar kepada bank secara cicilan sampai lunas. Karena pembiayaan itu dari bank, tentu saja bank tidak bisa memberikannya secara gratis, alias minta tambahan. Maka fee pun dihitung dan ditambahkan kepada nilai nominal pembayaran jasa itu.

Friday, February 11, 2011

Perbankan Syariah ke Uganda

Dua pejabat Bank Sentral Uganda datang dan mengadakan studi perbandingan di Bank Indonesia tentang bank syariah. Mereka belajar mulai dari kebijakan pengembangan sampai ke perizinan produk. Kebetulan keduanya non-muslim, seperti kebanyakan penduduk Uganda lainnya (84%). Ketika ditanya kenapa kalian ingin mempelajari perbankan syariah yang punya istilah susah diingat? Mereka menjawab simpel, masyarakat kami yang mau. (Waw.....)

Monday, November 29, 2010

Sertifikasi DPS BPRS, Riwayatmu Kini

Hari ini (29 Nopember 2010) Dewan Syariah Nasional (DSN) kembali mengadakan training sertifikasi Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk BPR Syariah angkatan ke II. Angkatan Pertama sudah dilaksanakan pada bulan Juli lalu. Training ini diadakan bersama Bank Indonesia untuk meningkatkan kompetensi para DPS dalam melakukan pengawasan kepatuhan produk dan praktek BPRS terhadap prinsip syariah.

Tuesday, November 23, 2010

Sekuritisasi Aset secara Syariah, Mungkinkah?

Jaman ini "jamannya syariah", kata seorang teman. Apa-apa serba syariah. Seolah-olah selama ini kita mengerjakan sesuatu secara tidak syariah. Terus, apakah jika tidak ikut syariah berarti kita tidak benar?