Pages

Showing posts with label IKAA. Show all posts
Showing posts with label IKAA. Show all posts

Thursday, July 22, 2021

Korikawati: Menanti Pemberdayaan

 Tulisan tahun 2012

Menghadiri acara seperti Halal Bihalal, Reuni, Maulid, atau apapun namanya yang dilaksanakan Korikawati (kependekan dari Korp IKAA Wati), seringkali harus mengakui kehebatan para senior dalam memobilisir para mantan PPAwati itu. Para abituren puteri dari berbagai daerah seperti tersihir untuk datang, baik secara perorangan maupun kelompok. Terkadang jumlahnya mencapai ribuan, sehingga tempat seluas apapun seperti kurang cukup menampung mereka. Kondisi itu jadi lebih seru dengan kehadiran jamaah ibu-ibu yang bukan korikawati yang cuma ingin datang melihat puteri-puterinya tampil. Atau mereka hadir karena undangan ustazah mereka yang kebetulan alumni dari Pondok Attaqwa Puteri.

Thursday, July 23, 2020

Munas Daring IKAA: Ribed tapi Harus

Munas Daring: Ribed tapi Harus
Diminta menjadi anggota Steering Committee Munas IKAA kali ini menghadirkan tantangan tersendiri. Karena munas sekarang diputuskan dilaksanakan ala virtual alias "daring". (daring = "dalam jaringan" alias on line). Ini munas pertama (mudah-mudahan terakhir) yang dilaksanakan tanpa kehadiran fisik. Semua (kecuali beberapa) harus mengikuti protokol yang berlaku akibat masih merebaknya wabah Corona.

Tuesday, March 27, 2018

Koperasi Alumni, masih ada harapan

Pada acara halal bihalal IKAA tahun lalu (2017), saya ditemui guru Mukhtar Murikh dan bang Syamsul Falah, yang saat itu hampir "pensiun" dari jabatannya sebagai Ketua IKAA. Keduanya minta agar saya membantu IKAA mendirikan koperasi, sebagai implementasi arahan pimpinan Yayasan dan Raisul Ma'had dalam sambutan-sambutan mereka. Rupanya kesadaran membangun ekonomi ummat terus menguat, merembes dan menembus dinding pondok pesantren.

Sunday, July 9, 2017

Halal Bihalal Yang Bikin Baper

Kali ini saya salut pada panitia Halal Bihalal soal ketepatan waktu. Jam 8 udah mulai meskipun hadirin masih beberapa orang saja. Saya yang tiba jam 8 kurang dikit pingin langsung duduk. Tapi karena di undangan panitia ngga ada program ziarah, saya nyelonong duluan ke belah elor. Saya kudu lapor ke Ngkong Kiai Almaghfurlah. Paling tidak, baca hadiah arwah buat beliau. Maklum ngga setiap saat saya bisa kesini.
Balik ke pondok putra tempat acara, di pintu gerbang saya diarahkan ke lapangan parkir sebrang pondok. Wah rupanya tanda VIP yang diberikan panitia ngga ngaruh. Padahal saya tempel di depan kaca mobil. Tapi ngga apa-apa lah. Saya mah apah atuh. Justru yang ngga disangka adalah yang jemput saya dengan hangat di meja tamu ternyata ustaz Masilla Iskan, yang sempat diskusi panas di tulisan saya sebelumnya. Kalau sudah begini persahabatan di abituren ini seperti saudara saja layaknya. (Beliau kakak kelas saya waktu di pondok). Biar panas di tulisan tapi tetap adem di hati. Udah gitu saya yang niat datang diem-diem eh malah diwawancari direktur KBIH Attaqwa Ajie Nung di tengah jalan. Mendadak seleb kata gus Sire.

Saturday, July 8, 2017

Bocah Pitik Disuruh Bikin Status

Ada orang yang disuruh curhat di FB. Ngatain saya merasa paling bener. Padahal katanya pĂ©riode saya gagal dan saya dilengserkan. Sayangnya ngga banyak yang ngerti curhat itu. Terima kasih atas remindernya guru Abd Jabbar Natsir. 
Kalau dilihat dari kerjaan, memang Pengurus IKAA "kaga ada gawenya" selain Halal Bihalal. Sayangnya antipati itu muncul biasanya karena suka atau tidak suka sehingga "kalau bukan orang kita pasti kaga bisa dah". Apalagi kalau "suka dan tidak suka" itu berasal dari dunia politik jawara alias jagoan. Sudah pasti ujungnya akan jadi "musuh".

Friday, July 7, 2017

Mimpi Halal Bihalal Kita

Entah sejak kapan saya di daulat jadi “mbah’nya halal bihalal abituren Attaqwa, setelah Bung Darso Arief mendapuk saya dengan julukan lain. Hampir setiap periode yang kebagian tugas jadi panitia pasti menjadikan saya tokoh pertama yang “kudu bin wajib” didatangi. Seakan tidak afdol kalau tidak sowan ke rumah saya. Padahal yang namanya tokoh alumni Attaqwa bejibun dimana-mana. Yang punya jabatan lebih tinggi dari saya juga banyak. Ada deputi rektor, ada mantan bupati, anggota DPRD, camat, lurah dan sebagainya. Mantan Ketua IKAA juga ngga kurang jumlahnya. Sebagian dari mereka sudah layak dapat predikat “aki-aki” karena umur dan pengalamannya. Pokoknya banyak tokoh yang bisa diminta nasihat untuk acara halal bihalal. Selain nasihat, tentu juga sumbangan buat pelaksanaan acara, yang biayanya lagi-lagi tidak kecil. Begitulah resiko alumni yang dianggap sukses dalam ekonomi.

Sunday, July 17, 2016

Mendadak Pakar

Halal BIhalal (yang sekarang disebut Silatnas) 2016 kali ini memang sedikit unik. Sudah dari enam bulan sebelumnya panitia sudah sibuk membuat acara dalam rangka bikin semarak. Ada lomba filem pendek, lomba tulisan, seminar dan bazaar. Entah kenapa kemudian nama saya jadi muncul jadi dewan juri dan moderator seminar. Kalau yang terakhir sih mungkin sering saya lakoni selaku anggota tim pengembangan di kantor yang mengharuskan kesiapan untuk itu. Lha juri lomba film, kata orang Jungmalang, "kaga ada dari sonohnya"?

Kupatan Ala IKAA (Syukron li Abuya Kiai Nur)

Terdorong komitmen membantu panitia untuk jadi dewan juri di Silatnas 2016 ini, membawa kewajiban moral lebih berat. Datang ke pondok kudu lebih pagi dan terpisah dari istri yang juga kepingin ikutan halal bihalal pada guru-guru.

Di tengah hiruk pikuk acara Silatnas saya berusaha mencari istri untuk mengetahui keadaannya. Maklum kami masih punya anak kecil umur 4 tahun. Ngga kebayang dalam situasi panas seperti itu dia harus direpotkan oleh anak, padahal dia sendiri ingin silaturrahim dengan kawan-kawan sepriode dan tentu, para guru.

Monday, December 15, 2014

Sukses? Apanya cing...

Lebaran kali ini (1435 H) benar-benar nikmat. Ketika semua orang mudik ke kampung, saya tinggal di rumah setelah satu hari lebaran ke rumah mertua. Selebihnya membereskan rumah yang masih berantakan akibat pindahan kembali dalam rangka renovasi. Lagipula, kata keponakan, anda sudah jadi anggota KPU (Kumis Penuh Uban) dan dituakan. Makanya sebaiknya di rumah saja dan kami yang datang.

Monday, August 19, 2013

Halal Bihalal, ILC dan MPO

Ditulis untuk Milis Alumni Attaqwa di Facebook 

Entah saya harus minta maaf kepada panitia Silatnas atau malah tidak usah, karena datang terlambat. Ini karena Halal Bihalal (Habil) kali ini -juga tahun lalu- terasa "biasa" saja buat saya, walaupun panitia sudah berjuang habis-habisan mempersiapkan segalanya. Termasuk meja-meja depan (mungkin untuk para VIP) yang dibalut sprei putih dan berbentuk bundar. Dengan tampilan seperti itu, Halal Bihalal IKAA lebih terlihat mirip Indonesian Lawyers Club (ILC), acara besutan TVOne dan dikomandani Karni Ilyas. Bedanya, di TVOne suasananya nyaman, maklum ruangannya ber AC dan disain interiornya memang diniatkan untuk jadi studio. Di Habil kemarin, orang baru masuk saja udah keringetan dan langsung berkipas-kipas karena kepanasan. Padahal mereka sudah antri untuk daftar dan mencari-cari list angkatan nya. Thanks to Attaqwa Putri karena sudah punya aula yang cukup luas untuk menampung para hadirin.