Pages

Wednesday, April 20, 2011

Selamat Jalan Amandelku

Dua hari sepulang tugas dari Jordan (menghadiri IFSB Council Meeting 30-31 Maret 2011 di Amman) saya dihubungi klinik kantor untuk jadwal pertemuan dengan dokter THT. Janji ini  memang sudah saya minta sekitar 3 minggu sebelumnya. Begitu saya datang (ini pertama kali kami ketemu) dokternya  langsung bilang: "Pak, apapun yang kita diskusikan sekarang ini, ujung-ujungnya adalah bapak saya sarankan untuk dioperasi. (Hah...koq gitu?) Cara bapak bernafas sudah menunjukkan bahwa bapak mengalami apa yang disebut "sleep apnea", gangguan pernafasan ketika tidur. Indikatornya adalah dengkuran yang keras dan berhenti tiba-tiba sesaat karena saluran pernafasan tertutup. Sekarang ini sleep apnea sudah pada tahap bisa mengakhiri hidup seseorang. Satu-satunya solusi adalah dengan operasi. Apalagi amandel bapak sudah radang dan infeksi akut." Wuih serem juga

Thursday, April 7, 2011

Koperasi Syariah: Kecil Karena Paradigmanya

Kebanyakan kita kalau disebutkan tentang "koperasi" pasti akan terasosiasi dengan bisnis skala mikro dan kecil. Karena itu banyak yang mengubah kepanjangan UKM dari "Usaha Kecil dan Menengah" menjadi Usaha Kecil dan Mikro. Paradigma orang tentang koperasi masih berkutat sekitar urusan bisnis yang kecil, ditangani lembaga yang kecil, dan seringkali bikin repot pemerintah karena selalu minta subsidi dan bantuan lainnya.

Tuesday, March 29, 2011

Catatan dari resepsi Olis-Dina

"Cing, akhirnya kawin juga tu bocah" ucap saya ketika mengucapkan selamat pada ncing Asmanih, enyaknya Nurkholis Wardi, SH, MKan. Yang disapa cuma bilang "Alhamdulillah.... Doain aja ya pada rukun dan bener". Wali (lurah) Wardi, suaminya yang setia duduk disampingnya ikutan tersenyum mendengarnya. Keduanya kelihatan sumringah berada di panggung pelaminan, mendampingi sang pengantin, dan menerima ucapan selamat dari para tamu. Meskipun, umur lanjut mulai terlihat menggayuti wajah keduanya.

Monday, February 28, 2011

Dimana sebenarnya batas fitrah wanita?

Minggu ini saya memperoleh jawaban langsung, verbal, atas tulisan tentang pemberdayaan alumni wanita yang saya tulis beberapa waktu yang lalu. Tidak tanggung-tanggung, yang menyampaikannya ketuanya langsung, di forum terbuka di maulid yang isinya melulu peserta wanita. Menurut sang ketua, kaum wanita tidak dapat dituntut terlalu banyak seperti yang ada dalam tulisan saya. Buat mereka, urusan bawang dan cabe saja sudah bikin pusing. Jadi jangan diharap mereka akan bisa tampil ke publik dengan kapasitas akademis dan manajerial mereka. Buat mereka, sudah bisa ngumpul, baca tahlil bareng  dan makan geroyokan  sudah cukup. So please, jangan beharap lebih dari mereka dalam bentuk prestasi lain.

Thursday, February 24, 2011

Guru Mahya, Berkah karena Khidmah

Suatu hari, Pak Kiai kedatangan seseorang yang berniat menjadi santrinya. Umurnya lumayan lanjut untuk masuk sekolah setingkat Aliyah (SMA). Oleh karena itu Pak Kiai berniat memasukkannya ke pesantren dimana tidak ada batasan umur bagi seorang santri. Untuk mengukur pada level apa santri ini akan ditempatkan, kiai membawa kitab Nahwu (grammar bahasa Arab) yang paling rendah yaitu Matan Jurmiyah. Tanpa dinyana, calon santri itu membacanya dengan lancar. Lalu Pak Kiai mengembilkan kitab Nahwu yang lebih tinggi, Kawakib Durriyah judulnya. Kitab itupun dibaca tanpa kesulitan berarti. Terakhir Pak Kiai menenteng Alfiah Ibn Malik, kitab nahwu kecil yang dikenal sulit dibaca untuk ukuran santri pemula, karena aturan tata bahasanya ditulis dalam bentuk syair alias pantun (alfiyah= 1000, seribu pantun). Sang calon santripun membacanya dengan enteng sekaligus memberi tafsirannya.