Siapa yang ingin jalan-jalan ke Papua? Rasa-rasanya sih tidak ada yang mau. Kalaupun ada, cuma karena belum pernah kesana, dan perjalanannya gratis. Ada orang yang datang kesana dengan niat petualangan. Atau mau menjajah, seperti orang Belanda dulu (dan orang kulit putih lainnya). Atau orang yang terbiasa merantau dan melaut seperti orang Makassar dan Maluku. Juga orang yang siap hidup dimana saja, seperti orang Jawa dan Madura. Maka tidak heran kalau pulau yang punya dua propinsi itu memiliki komposisi penduduk yang berasal dari ras-ras itu, selain penduduk asli tentunya.
Sunday, November 29, 2009
Friday, October 23, 2009
Coretan Perjalanan Disela Tugas ke Wonosobo
Tidak banyak orang tahu perguruan tinggi ini. Universitas Sains Quran (Unsiq) Jawa Tengah, namanya. Tapi lokasi kampusnya terletak di pinggir ibukota kabupaten Wonosobo, kabupaten yang nyaris persis berada di tengah-tengah Jawa Tengah. Unsiq merupakan upaya pengembangan pesantren tahfiz Quran Al-Asya'ariyyah yang terletak di desa Kalibeber, Kecamatan Mojotengah. Pesantren ini dibangun KH. Muntaha AlHafiz yang populer dengan sebutan mbah Mun. Kiai yang hafal Quran ini pernah duduk sebagai anggota MPR di jaman Soeharto dan sempat menghadiahkan mushaf raksasa berukuran 2 x 1,5 meter dengan berat 3 kwintal, kepada Presiden. Mushaf hasil tulisan tangan dua santrinya, Abdul Malik dan Hayatuddin, ini tercatat sebagai mushaf terbesar di Indonesia dan sampai sekarang masih tersimpan di Baitul Quran, Taman Mini Indonesia Indah. Setelah wafat, posisi mbah Mun kini digantikan puteranya, KH. Faqih Muntaha yang oleh santri-santrinya dipanggil dengan sebutan "mbah Faqih". Sedangkan peran politiknya digantikan oleh keponakannya, KH. Mukhotob sebagai anggota DPR RI yang berakhir pada tahun 2009 ini.
Saturday, September 19, 2009
Catatan Malam Takbiran
Ditulis untuk milis Keluarga Besar Alumni Attaqwa (attaqwa-bekasi@yahoogroups.com)
Departemen Agama baru saja mengumumkan Hasil Sidang Isbat Majlis Hisab dan Rukyat tentang penetapan 1 Syawwal 1430 H. Idul Fitri tahun ini jatuh pada hari Ahad 20 September 2009. Ketetapan itu disimpulkan dari kesaksian 25 orang yang disumpah untuk melihat bulan pada 25 titik yang berbeda di seluruh Indonesia. Dengan demikian malam ini tidak ada tarawih lagi. Diganti dengan takbir yang menandakan besok lebaran. Malam ini adalah malam takbiran. Pengumuman itu amat bermakna buat bangsa ini, yang sering dirundung lebaran beda-beda hari. Penetapan bahwa 1 syawwal 1430 H jatuh pada hari Ahad 20 September 2009 sama dengan ketetapan Muhammadiyah. Ormas yang selalu menggunakan hisab ini, seminggu sebelumnya sudah “mendeklarasikan” bahwa Iedul Fitri jatuh pada hari tersebut. Sementara Nahdlatul Ulama adem ayem saja, menunggu keputusan Departemen Agama. Tapi ada jemaah lain –Annazir di Ujungpandang-yang sudah melaksanakan shalat Ied pada hari Sabtu, 19 September 2009. Entah apa yang dijadikan dasar penetapan itu. Maklumlah di negara ini banyak yang maunya “berani tampil beda”.
Departemen Agama baru saja mengumumkan Hasil Sidang Isbat Majlis Hisab dan Rukyat tentang penetapan 1 Syawwal 1430 H. Idul Fitri tahun ini jatuh pada hari Ahad 20 September 2009. Ketetapan itu disimpulkan dari kesaksian 25 orang yang disumpah untuk melihat bulan pada 25 titik yang berbeda di seluruh Indonesia. Dengan demikian malam ini tidak ada tarawih lagi. Diganti dengan takbir yang menandakan besok lebaran. Malam ini adalah malam takbiran. Pengumuman itu amat bermakna buat bangsa ini, yang sering dirundung lebaran beda-beda hari. Penetapan bahwa 1 syawwal 1430 H jatuh pada hari Ahad 20 September 2009 sama dengan ketetapan Muhammadiyah. Ormas yang selalu menggunakan hisab ini, seminggu sebelumnya sudah “mendeklarasikan” bahwa Iedul Fitri jatuh pada hari tersebut. Sementara Nahdlatul Ulama adem ayem saja, menunggu keputusan Departemen Agama. Tapi ada jemaah lain –Annazir di Ujungpandang-yang sudah melaksanakan shalat Ied pada hari Sabtu, 19 September 2009. Entah apa yang dijadikan dasar penetapan itu. Maklumlah di negara ini banyak yang maunya “berani tampil beda”.
Monday, September 14, 2009
Ramadhan Kita: Puasanya dahaga, Sahurnya ketawa dan Lebarannya pesta
There is only one language in this world (at least that I know) whose special term for waiting sunset time. The language is Sundanese and the word is "ngabuburit".
Tulisan berbahasa Inggris itu pernah saya post sebagai status di account facebook. Komentar terhadapnya datang bertubi-tubi . Ada yang mempertanyakan, ada pula yang membalas guyon. Suka atau tidak, memberikan komentar terhadap status saya itupun termasuk dalam kategori ngabuburit.
Tulisan berbahasa Inggris itu pernah saya post sebagai status di account facebook. Komentar terhadapnya datang bertubi-tubi . Ada yang mempertanyakan, ada pula yang membalas guyon. Suka atau tidak, memberikan komentar terhadap status saya itupun termasuk dalam kategori ngabuburit.
Thursday, September 3, 2009
Bagai Udara
Begitu banyak pihak yang tidak suka kepada Islam. Banyak upaya dilakukan untuk menghilangkannya dari permukaan. Mulai dari memerangi, memfitnah sampai merayu. Tapi semuanya gagal. Mengapa?
Ada yang berusaha membumi hanguskan seperti di Palestina, Iraq, Afghanistan dan Philipine. Ada yang terus-terusan memfitnah dengan menggambarkan bahwa Islam itu agama kekerasan dan teror, seperti yang "dibuktikan" dengan kasus 9-11 di New York, atau Bom Bali, atau Bom di JW Marriot Hotel. Ada yang menghina Islam sebagai agama yang merendahkan kaum perempuan. Tapi Islam terus eksis, bahkan pengikutnya bertambah banyak. Tanya kenapa?
Ada yang berusaha membumi hanguskan seperti di Palestina, Iraq, Afghanistan dan Philipine. Ada yang terus-terusan memfitnah dengan menggambarkan bahwa Islam itu agama kekerasan dan teror, seperti yang "dibuktikan" dengan kasus 9-11 di New York, atau Bom Bali, atau Bom di JW Marriot Hotel. Ada yang menghina Islam sebagai agama yang merendahkan kaum perempuan. Tapi Islam terus eksis, bahkan pengikutnya bertambah banyak. Tanya kenapa?
Subscribe to:
Posts (Atom)